DPRD Kuansing Akan Menggelar RDP Terkait Ribuan Ikan Mati di Sungai Singingi

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BURKAS.TOp, KUANSING |– Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuantan Singingi (Kuansing) akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (26/5/2025), terkait dugaan pencemaran Sungai Singingi yang menyebabkan ribuan ikan mati pada Sabtu (24/5/2025).

Hearing ini akan melibatkan pihak PT Sinergi Inti Makmur (SIM), Tokoh Adat Antau Singingi, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Ketua Komisi II DPRD Kuansing, Fedrios Gusni, menyatakan bahwa pencemaran ini diduga kuat akibat perusahaan yang abai terhadap aspek lingkungan.

“Kami masyarakat Antau Singingi meminta pertanggung jawaban pihak perusahaan yang membuang limbah,” tegas Fedrios, Minggu (25/5/2025).

Dampak pencemaran ini tak hanya dirasakan warga Singingi dan Singingi Hilir, namun juga meluas hingga ke Kampar Kiri, di mana ribuan ikan mati ditemukan di muara Sungai Singingi yang bermuara ke Sungai Kampar Kiri. Warga Kampar Kiri pun berencana menggelar pertemuan untuk membahas masalah ini.

Dugaan awal mengarah pada pembuangan limbah pabrik kelapa sawit PT SIM. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing bahkan telah menutup sementara operasional PT SIM pada Sabtu kemarin hingga persoalan tuntas.

Baca Juga :  Perkuat Ekonomi Lokal, Pemko Pekanbaru Salurkan Stimulus Sarana Usaha bagi UMKM Senapelan

Kepala DLH Kuansing, Deflides Gusni, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut belum memiliki izin operasional kelayakan pembuangan limbah.

Mantan anggota DPRD Provinsi Riau, Mardianto Manan, menyarankan agar Pemkab Kuansing segera menguji sampel air dan ikan yang tercemar di laboratorium untuk mengetahui kandungan zat penyebabnya.

“Gampang saja mencari faktor penyebabnya kalau Pemkab berani sebagai penguasa kabupaten kita,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer PT SIM, Toni Wijaya, membenarkan penghentian sementara operasional pabriknya. Namun, ia membantah tudingan bahwa ikan-ikan mati disebabkan oleh limbah pabriknya.

Toni mengklaim tidak ada kolam penampungan limbah yang bocor, bahkan di Sungai Lantak Payo dan Sungai Lembu Keruh yang lebih dekat dengan pabrik, tidak ditemukan ikan mati.

“Logikanya, kalau memang oleh limbah pabrik kami, maka ikan lebih dulu mati di Sungai Lantak Payo atau Sungai Lembu Keruh yang berada di dekat pabrik bukan di Sungai Singingi yang lebih jauh jaraknya. Jadi penyebab kami belum tahu, tapi kami ikut anjuran DLH dulu,” jelas Toni. (**/Inf)

Berita Terkait

Konflik Lahan Adat Kampar: Warga Geram Oknum Berbaju Hitam Diduga Provokasi dan Caplok Kebun Plasma PSPI
Polres Binjai Amankan Empat Pria Terkait Dugaan Pungutan Liar
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Kuala, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Kandibata
Polsek STM Hulu Bersama Warga Gotong Royong Buka Jalur Alternatif Usai Longsor
Polresta Deli Serdang Pantau Kualanamu Usai Pembatalan Penerbangan, Situasi Kondusif
Komitmen Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Pengedar Dan Amankan Barang Bukti Sabu
Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Secanggang Ajak Warga Stop Bakar Sampah

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:26 WIB

Konflik Lahan Adat Kampar: Warga Geram Oknum Berbaju Hitam Diduga Provokasi dan Caplok Kebun Plasma PSPI

Kamis, 10 September 2026 - 18:17 WIB

Polres Binjai Amankan Empat Pria Terkait Dugaan Pungutan Liar

Kamis, 10 September 2026 - 10:43 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Kuala, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Kandibata

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Polresta Deli Serdang Pantau Kualanamu Usai Pembatalan Penerbangan, Situasi Kondusif

Berita Terbaru