Tim Gabungan Tertibkan PETI di Pegagan Hilir, 47 Camp dan Mesin Dimusnahkan

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAIRI, BURKAS.TOP — Tim gabungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kawasan Hutan Lindung Desa Kuta Usang dan Desa Lingga Raja II, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, Jumat (31/7/2026).

Sebanyak 350 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI dari Kodim 0206/Dairi, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan untuk menyisir wilayah hutan lindung yang dijadikan lokasi tambang emas ilegal tersebut.

Dalam pelaksanaannya, petugas dibagi menjadi dua tim agar proses penertiban berjalan lebih efektif dan efisien. Meskipun dihadapkan pada kondisi medan jalan yang menanjak dan menuruni bukit, hal tersebut tidak menyurutkan langkah petugas menuju titik lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas tidak mendapati adanya aktivitas warga atau pelaku penambangan ilegal. Kendati demikian, aparat menemukan sedikitnya 47 unit tenda atau mess pekerja yang kemudian dimusnahkan bersama sejumlah peralatan tambang, seperti mesin dongfeng dan mesin pompa air, dengan cara dibakar.

Baca Juga :  Police Go To School di Pondok Pesantren, Edukasi Santri, Hukum dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap pihak-pihak di balik aktivitas ilegal tersebut. Sejumlah barang bukti, termasuk satu unit mesin bor, turut diamankan di kantor kepolisian.

“Saat ini ada beberapa alat yang kami amankan yakni mesin bor. Kemudian kami juga menemukan mesin pompa air dan mesin dongfeng, namun mesin tersebut kami musnahkan bersama dengan mess atau camp,” ujar Otniel.

Selanjutnya, Polres Dairi akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XV untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

Selain penindakan tegas, petugas gabungan juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai dampak buruk penambangan ilegal terhadap kerusakan ekosistem lingkungan.

“Kami akan tetap melakukan koordinasi dengan KPH XV terkait temuan tersebut, dan kami juga sudah memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan penambangan secara ilegal,” pungkasnya.

(Redaksi/M Taufik)

Berita Terkait

Konflik Lahan Adat Kampar: Warga Geram Oknum Berbaju Hitam Diduga Provokasi dan Caplok Kebun Plasma PSPI
Polres Binjai Amankan Empat Pria Terkait Dugaan Pungutan Liar
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Kuala, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Kandibata
Polsek STM Hulu Bersama Warga Gotong Royong Buka Jalur Alternatif Usai Longsor
Polresta Deli Serdang Pantau Kualanamu Usai Pembatalan Penerbangan, Situasi Kondusif
Komitmen Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Pengedar Dan Amankan Barang Bukti Sabu
Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Secanggang Ajak Warga Stop Bakar Sampah

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:26 WIB

Konflik Lahan Adat Kampar: Warga Geram Oknum Berbaju Hitam Diduga Provokasi dan Caplok Kebun Plasma PSPI

Kamis, 10 September 2026 - 18:17 WIB

Polres Binjai Amankan Empat Pria Terkait Dugaan Pungutan Liar

Kamis, 10 September 2026 - 10:43 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Kuala, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Rabu, 9 September 2026 - 20:33 WIB

Polsek STM Hulu Bersama Warga Gotong Royong Buka Jalur Alternatif Usai Longsor

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Polresta Deli Serdang Pantau Kualanamu Usai Pembatalan Penerbangan, Situasi Kondusif

Berita Terbaru