Eks Pelabuhan Cevron Rumbai Status Pinjam Pakai, Diduga Tanpa Retribusi?

- Penulis

Rabu, 23 April 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BURKAS.TOP, PEKANBARU |– Eks Pelabuhan Cevron Rumbai di atas lahan Pemerintah dikontrak PT Wira Pratama Perkasa yang berkantor di Jalan Tanjung Datuk Kota Pekanbaru.

Hal itu diketahui dari warga setempat yang prihatin atas kondisi pelabuhan yang digunakan perusahaan swasta, membongkar muatan kapal untuk didistribusikan ke seluruh Kota Pekanbaru.

“Pelabuhan tersebut meprihatinkan, seperti tidak ada UPTD Pelabuhan karena semak dan rumput yang cukup tinggi,” sebut Sumber yang tak disebutkan nama.

Lanjutnya, kegiatan pelabuhan yang digunakan untuk bongkar muatan Semen itu tidak jelas retribusi nya ke daerah.

“Ada Crane diduga milik Pemerintah di lokasi, namun tidak digunakan. Perusahaan diduga justru memakai jasa Crane sewaan,” ungkapnya.

Terkait hal itu, awak media mencoba menggali informasi langsung di lapangan. Saat di lokasi, terpantau kondisi lahan Pelabuhan terdapat kubangan lobang besar digenangi lumpur. Selain itu, ada sejumlah ruangan yang kosong.

Saat ditemui di ruangan nya, Djulian selaku Pengawas Dinas Pehubungan Pelabuhan mengaku, tempat itu dikontrak satu perusahaan yaitu PT Wira Pratama Perkasa.

Baca Juga :  GMNI Pekanbaru Kritik Keras Janji Kenaikan Pangkat untuk Penanganan Karhutla: Menuntaskan Tugas Bukan Prestasi Luar Biasa, Itu Kewajiban Negara

Disinggung terkait kutipan retribusi, Djulian menjelaskan ada retribusi dan pembayaran nya dilakukan secara online di rekening Bank yang sudah ditentukan.

“Tiap muatan kapal masuk dikutip retribusi mungkin sekitar Rp 100 per ton pak,” jelasnya kepada awak media, Senin (21/04/2025).

Sementara, sumber lain saat dikonfirmasi di lokasi ada yang berbeda. Haposan Sibarani selaku pengawas bongkar muatan mengaku tidak ada kutipan retribusi.

Haposan menerangkan, aktifitas perusahaan di Pelabuhan tersebut berstatus pinjam tempat, melibatkan Koperasi bongkar muat dan Pemuda setempat.

“Yang ada hanya setoran kepada Pengurus Koperasi bongkar muat Koperasi dan pemuda setempat,” jelas Haposan.

Saat dikonfirmasi terkait nilai nominal setoran perusahaan ke Koperasi dan Pemuda setempat, Haposan menegaskan tidak diketahui hal itu secara rinci.

“Besaran nya perbulan saya tidak tau, Perusahaan dan Koperasi yang tau,” jelasnya mengakhiri.

Hingga berita ini tayang, Yuliarso selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru belum berhasil dikonfimasi di nomor +62813641199xx. (*/Tim GWI)

Berita Terkait

Tampil di Helat Pelalawan ke-27, EMP Perkenalkan Produk UMKM Langgam dan Kerumutan
PELANTIKAN MABIGUS DAN PENGURUS GUGUS DEPAN SMP N 1 TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN MASA BHAKTI 2026-2028
Kantor DPD GWI Riau Disurvei Kesbangpol, Administrasi Dinyatakan Lengkap
Ulang Tahun ke-3 STM OSEDA Diwarnai Ibadah Singkat dan Berbagi Kasih di Pasar Tangor
Proyek Sekolah Rakyat di Kuansing Belum Rampung, Publik Pertanyakan Status Adendum dan Denda Keterlambatan
Banggar Sampaikan Laporan Perubahan APBD 2026, Anggaran Daerah Naik Menjadi Rp. 3,57 Triliun
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN – Dunia Pers Berduka, Wartawati Senior Ibu Adila Novianti Berpulang di Usia 62 Tahun
Miris! LPAI Riau Ungkap Kasus Inses Ayah dan Anak, Pelaku Kekerasan Seksual Kerap Orang Terdekat

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Tampil di Helat Pelalawan ke-27, EMP Perkenalkan Produk UMKM Langgam dan Kerumutan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:38 WIB

PELANTIKAN MABIGUS DAN PENGURUS GUGUS DEPAN SMP N 1 TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN MASA BHAKTI 2026-2028

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Kantor DPD GWI Riau Disurvei Kesbangpol, Administrasi Dinyatakan Lengkap

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Ulang Tahun ke-3 STM OSEDA Diwarnai Ibadah Singkat dan Berbagi Kasih di Pasar Tangor

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Proyek Sekolah Rakyat di Kuansing Belum Rampung, Publik Pertanyakan Status Adendum dan Denda Keterlambatan

Berita Terbaru