Memilih Calon Kepala Daerah 2024: Lihat Rekam Jejaknya, Bukan Janjinya!

- Penulis

Selasa, 10 September 2024 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top — Dalam memilih calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tanggal 27 November 2024 nanti janganlah memilih seseorang hanya berdasarkan popularitas dan pencitraan saja.

Menurut pegiat media sosial Indonesia, Nof Hendra melalui saluran whatsApp kepada awak media online hari ini Rabu (4/09/2024), seorang calon kepala daerah itu harus bersih, jujur, berani, adil, arif-bijaksana, cerdas, aspiratif, responsif, bertanggung-jawab, visioner, dapat diandalkan serta bisa menjadi problem solver dan decision maker yang baik.

“Pilihlah calon kepala daerah yang sudah jelas visi misi, program kerja dan sudah jelas rekam jejaknya. Lihat rekam jejaknya, bukan janjinya,” ungkapnya.

“Pemimpin itu tidak hanya dilihat dari apa yang dia janjikan tapi jauh lebih penting dari pada itu adalah dilihat dari apa yang sudah dia perbuat,” lanjut aktivis pecinta lingkungan ini.

“Yang kita perlukan saat ini adalah para pemimpin yang berjiwa kesatria dan visioner. Seorang pemimpin yang baik itu adalah seorang pemberani yang memiliki pemikiran jangka panjang, dan mampu memikirkan the next generation. Bukan hanya sekadar politisi yang hanya memiliki pemikiran jangka pendek. A Leader is one who knows the way, goes the way and shows the way,” (Red: seorang pemimpin adalah orang yang mengetahui jalan, mengikuti jalan dan menunjukkan jalan),
ujarnya.

Baca Juga :  Kemenkumham Riau Kunjingi Lapas Bangkinang " Monitoring pengutan pemilu Damai 2024.

Selanjutnya Nof Hendra mengatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 nanti merupakan penentu bagi masa depan di daerah masing – masing.

“Jika kita salah dalam memilih calon kepala daerah yang benar, maka kita akan kehilangan kesempatan selama lima tahun,” tuturnya.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan bahwa saat ini partisipasi politik dari masyarakat Indonesia masih rendah. Banyak faktor yang menyebabkannya, diantaranya adalah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap para praktisi politik.

Misalnya, masih banyak masyarakat yang memilih untuk berada di golongan putih (golput). Bahkan ada daerah yang jumlah golputnya lebih banyak daripada jumlah pemilih.

Faktor lainnya adalah persepsi masyarakat yang menganggap bahwa politik Indonesia itu kotor, sehingga masyarakat jadi jenuh dan pesimis.

“Terakhir beberapa faktor lain yang menentukan diantaranya adalah partisipasi masyarakat dalam pemilihan serta sejauh mana birokrasi menjadi netral dalam pelaksanaan pemilihan,” tutup Nof Hendra.( Andi putra.)

Berita Terkait

PB Orahua Juara Kelas I C, Boy Lase-Hengky Zebua Tampil Gemilang
Sambut HUT ke-81 RI, Sat polairud Polres Langkat Bagikan Bendera Merah Putih kepada Nelayan
Pelantikan Pengurus Forwaka Belawan, Komitmen Lahirkan Pers Berintegritas
Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Pengunjung Padati Berastagi
Guntur Sahputra Kembali Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026-2029
Mahasiswa KBM Fakultas Hukum UNILAK Akhiri Pengabdian di Desa Paluh, Tinggalkan Jejak Edukasi Hukum dan Aksi Sosial. 
Mahasiswa KBM Kelompok 4 Fakultas Hukum UNILAK Wujudkan Pengabdian Nyata melalui Edukasi Hukum dan Aksi Sosial di Desa Paluh
DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:43 WIB

PB Orahua Juara Kelas I C, Boy Lase-Hengky Zebua Tampil Gemilang

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Sat polairud Polres Langkat Bagikan Bendera Merah Putih kepada Nelayan

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:14 WIB

Pelantikan Pengurus Forwaka Belawan, Komitmen Lahirkan Pers Berintegritas

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Pengunjung Padati Berastagi

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:05 WIB

Guntur Sahputra Kembali Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026-2029

Berita Terbaru