Burkas top — Pekanbaru— 10 Februari 2025 – Terjadi polemik di kalangan orang tua dan siswa kelas XII SMK 1 Pekanbaru DRA. Hj. Geni Wilyarti, MM terkait pungutan biaya transportasi untuk kegiatan studi tour yang ditetapkan sekitar +- Rp 1.000.000 per siswa beberapabulan yang lalu.Kegiatan ini dianggap wajib bagi seluruh siswa, dan ada pernyataan bahwa ketidakhadiran dalam acara tersebut akan berdampak negatif terhadap penilaian akademik siswa. Senin 10/02/2025.
Menurut beberapa orang tua, keputusan ini dinilai tidak transparan dan dianggap memberatkan. Mereka menyebutkan bahwa seharusnya ada komunikasi yang lebih baik antara pihak sekolah dan komite orang tua mengenai pelaksanaan studi tour ini. Kekecewaan semakin meningkat ketika diketahui bahwa panitia pelaksana kegiatan perpisahan telah mengambil keputusan ini tanpa melibatkan ketua komite, yang seharusnya menjadi perwakilan suara orang tua.
Yang mana panitia pelaksana selaku seksi2 koordinator adalah wakepsek beserta guru2 lainnya, seharusnya pihak sekolah menjadi pendamping ataupun pembimbing bukan pelaksana????? Ada apa dan kenapa..
Beberapa siswa juga mulai mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap pungutan ini, karena dianggap sebagai beban finansial yang tidak perlu, mengingat banyak dari mereka yang sudah menghadapi tantangan ekonomi akibat kondisi saat ini. Mereka berharap pihak sekolah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini serta mencari solusi yang lebih bijaksana dan inklusif. Dimana kegiatan study tour dan perpisahan sudah dilarang keras oleh Disdik provinsi Riau
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah atau komite mengenai masalah ini. Banyak pihak berharap agar segera dilakukan pertemuan antara pihak sekolah, komite, dan orang tua untuk membahas isu ini secara terbuka dan mencari kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak.
(Tim.Red)




















