Aset Triliunan Rupiah Mangkrak, DPRD Riau Soroti Buruknya Pengelolaan Venue Pon

- Penulis

Selasa, 15 April 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top –PEKANBARU – Gedung-gedung megah itu dulu jadi simbol kejayaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012.

Namun kini, lebih dari satu dekade berselang, mereka menjelma bangunan kosong dan rusak, seolah menjadi monumen bisu dari kelalaian birokrasi.

Ketua Komisi III DPRD Riau, H. Edi Basri, SH, MSi, menyebut 14 aset milik Pemprov Riau yang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau hanya menyumbang retribusi sekitar Rp1 miliar per tahun. Padahal, total nilai aset tersebut ditaksir mencapai Rp1,9 triliun.

“Bangunan-bangunan itu mangkrak. Sebagian sudah tidak layak pakai, bahkan ada yang benar-benar hancur. Ini jelas pemborosan,” kata Edi usai rapat dengar pendapat, Senin (14/4/2025).

Kondisi mengenaskan itu terlihat nyata saat media, Selasa (13/4/2025), mengunjungi Stadion Kaharuddin Nasution di kawasan Rumbai, salah satu venue utama PON 2012.

Rumput liar menjalar ke sisi tribun. Beberapa kursi penonton patah, dan dinding-dinding bangunan tampak mengelupas.

Di salah satu sudut, warga sekitar terlihat memancing di genangan air bekas kolam atletik.

“Dulu ramai, sekarang jadi tempat nongkrong anak-anak malam. Seram juga kadang,” ujar Roni (38), warga setempat yang tinggal tak jauh dari stadion.

Baca Juga :  Promosi Bintang Dua, Waka Polda Jateng Brigjen Pol Agus Suryonugroho Diangkat Jadi Kakorlantas Polri*

Menurut data Komisi III, biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi seluruh aset itu mencapai Rp55 miliar. Namun hingga kini belum ada alokasi anggaran jelas dari Dispora Riau.

Edi menilai, kerusakan ini bukan semata karena usia bangunan.

“Ini karena tidak dikelola dengan visi. Setelah PON selesai, aset ditinggal begitu saja. Seharusnya bisa dikerjasamakan, disewakan, atau dikomersialkan,” tegasnya.

Sebagai solusi, DPRD Riau tengah menjajaki kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau untuk membuka peluang swastanisasi.

Targetnya cukup ambisius: dari 14 aset, pemerintah berharap bisa mendulang pemasukan Rp150 hingga Rp200 miliar per tahun.

Namun, pertanyaan publik belum terjawab: ke mana arah pengelolaan aset miliaran itu selama lebih dari 10 tahun terakhir?

Siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan yang terkesan sistematis ini?

Warisan PON itu kini tinggal angka kerugian dan puing-puing kebanggaan. Dan sayangnya, tak ada medali untuk para pengelola yang abai.

(Andi Putra)

Berita Terkait

Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.
Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadhan, Dansat Brimob Polda Sumut Pimpin Buka Puasa Bersama Personel Batalyon C
Perkuat Silaturahmi, DPW PWMOI Riau Kunjungi Pengurus DPD Bengkalis
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Pj Sekda Kampar Tekankan Inovasi Pelayanan
Komitmen Layanan Prima, Bupati Kasmarni Pantau Langsung Inovasi Dishub dan Kunjungi Armada Baru
Jajaran Polresta Deli Serdang Buka Bengkel Service Gratis untuk Sepeda Motor Warga
Polres Langkat Bergerak Cepat Tangani Kasus Dugaan Bullying Pelajar di Langkat
Jual Narkoba Dekat Rumah Ibadah, Tiga Orang Pria di Gelandang ke Polres Binjai

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 15:56 WIB

Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.

Senin, 9 Maret 2026 - 09:41 WIB

Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadhan, Dansat Brimob Polda Sumut Pimpin Buka Puasa Bersama Personel Batalyon C

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:15 WIB

Perkuat Silaturahmi, DPW PWMOI Riau Kunjungi Pengurus DPD Bengkalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:37 WIB

Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Pj Sekda Kampar Tekankan Inovasi Pelayanan

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:35 WIB

Komitmen Layanan Prima, Bupati Kasmarni Pantau Langsung Inovasi Dishub dan Kunjungi Armada Baru

Berita Terbaru