Polisi Tangkap Abang Adik Pengirim Paket Berisi Mayat Bayi

- Penulis

Minggu, 11 Mei 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 BURKAS.TOP, MEDAN | – Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Timur berhasil mengungkap mayat bayi yang dikirim lewat ojek online (Ojol) di Kota Medan pada Kamis (8/5/2025).

“Hari ini Satreskrim Polrestabes Medan bersama dengan Polsek Medan Timur, berhasil mengungkap peristiwa paket berisi mayat bayi itu,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat menyampaikan rilisnya di Masjid Jamik Jl. Ampera III, Medan Timur, Jumat (9/5/2025).

Dua orang tersebut, NH (21) & R (24) memiliki hubungan keluarga sebagai abang dan adik. Memesan Ojol sebagai pengirim dan penerima paket berisi mayat bayi laki-laki.

“Kita sudah mengamankan 2 orang yang memesan Ojol untuk mengirim paket yang berisi mayat bayi. Dua orang ini ada hubungan keluarga yakni abang & adik,” ungkapnya.

Dari keterangan NH (ibu si bayi), dia melahirkan pada Sabtu (3/5/2025) lalu. Melahirkan sendiri, merawat bayinya sendiri, dalam rumahnya di Belawan.

“Lalu dalam prosesnya sang bayi sakit, sempat diantar ke RS tetapi kemudian dibawa kembali ke rumah karena keterbatasan biaya, kemudian bayi meninggal pada, Rabu (7/5/2025),” kata dia.

Setelah bayi meninggal kemudian sang bayi di bawa ke salah satu tempat di wilayah Brayan, lalu pada Kamis (8/5/2025) jam 06.14 WIB yang bersangkutan memesan Ojol kemudian meminta untuk mengantarkannya ke satu tempat yang dituju yakni di sini.

Baca Juga :  Kapolres Langkat Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat

“Setelah sampai diletakkan di sini (Masjid), Marbot dan masyarakat sekitar tidak mengenali nama Putri dan Rudi sesuai dalam aplikasi Ojol tersebut. Aslinya adalah R & NH,” tukasnya.

untuk mengungkap penyebab kematian bayi, pihaknya masih menunggu scientific investigation berikutnya, apakah yang menyebabkan kematian seorang bayi tersebut? Karena kondisinya sewaktu sampai di tempat ini susah meninggal dunia.

“Saya rasa tuntasnya sudah untuk mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa ini. Hanya yang belum tuntas adalah konstruksi hukum yang kita lakukan karena masih menunggu otopsi dari kedokteran forensik RS Bhayangkara,” kata dia.

Untuk sanksi hukum, konstruksinya tetap menggunakan UU perlindungan anak dan juga KUHP.

Makanya nanti kita lihat hasil otopsinya, jika ada kekerasan yang mengakibatkan kematian terhadap bayi baik fisik atau psikis atau penelantaran sehingga mengakibatkan bayi meninggal maka Pasal nya pasti lebih berat yakni Pasal 80 UU Perlindungan anak,” pungkasnya.  (**/M Taufik)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Klambir V, Tiga Pria Diamankan
Brimob Polda Sumut Kawal Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur
Waskat Penggunaan Senjata Api Dinas, Div Propam Polri Gelar Rik Senpi Di Polres Binjai
Pembangunan Perumahan di Jalan Karantina Diduga Tak Kantongi PBG
Propam dan SLOG Mabes Polri Periksa Senpi di Polda Sumut, Pastikan Personel Disiplin
Sat Reskrim Polres Pematangsiantar Amankan Terduga Pelaku KDRT 
Polsek Siantar Martoba Amankan Terduga Pelaku Penggelapan Mobil
Polres Tapanuli Tengah Ringkus Residivis Pencuri Ponsel, Beraksi di Dua Lokasi Berbeda

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:44 WIB

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Klambir V, Tiga Pria Diamankan

Jumat, 17 April 2026 - 12:33 WIB

Brimob Polda Sumut Kawal Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur

Kamis, 16 April 2026 - 15:05 WIB

Waskat Penggunaan Senjata Api Dinas, Div Propam Polri Gelar Rik Senpi Di Polres Binjai

Kamis, 16 April 2026 - 14:59 WIB

Pembangunan Perumahan di Jalan Karantina Diduga Tak Kantongi PBG

Kamis, 16 April 2026 - 14:49 WIB

Propam dan SLOG Mabes Polri Periksa Senpi di Polda Sumut, Pastikan Personel Disiplin

Berita Terbaru