SIAK HULU, BURKAS.TOP – Keresahan menyelimuti warga yang tinggal di sekitar kawasan industri PT Riau Perkasa Steel (RPS). Perusahaan peleburan baja tersebut diduga kuat membuang limbah operasionalnya langsung ke saluran air (parit) yang melintasi pemukiman padat penduduk.
Berdasarkan investigasi tim media di lapangan, ditemukan aliran air berwarna keruh dan berbau menyengat di parit yang berbatasan langsung dengan pagar pabrik. Warga mengeluhkan dampak lingkungan yang mulai terasa, terutama kekhawatiran akan pencemaran air tanah.
Keresahan Warga Sekitar
Salah seorang perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada tindakan nyata dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
“Kami sangat khawatir dengan kesehatan anak-anak dan kualitas air sumur kami. Parit ini mengalir tepat di belakang rumah warga. Kalau hujan, air sering meluap dan membawa material limbah tersebut ke halaman,” ungkapnya kepada tim Media, Rabu (29/4).
Pihak Perusahaan Bungkam
Guna menjaga keberimbangan informasi, tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PT Riau Perkasa Steel. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Ady, selaku Humas PT RPS yang dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat, tidak memberikan respons meskipun pesan konfirmasi telah terkirim. Upaya tim media untuk menemui pihak manajemen di lokasi pabrik juga tidak mendapatkan akses.
Menunggu Tindakan Tegas Pemerintah
Sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap perusahaan wajib mengolah limbahnya agar tidak mencemari lingkungan. Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera turun ke lapangan untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel air di lokasi tersebut.
Redaksi burkas.top akan terus mengawal kasus ini dan tetap membuka ruang bagi pihak PT Riau Perkasa Steel untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers. (*/bersambung…)
Reporter: Tim Investigasi




















