Taufik Hidayat Resmi Masuk DPO, Polda Jabar Intensifkan Pengejaran Tersangka Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung | Burkastop.com – Polda Jawa Barat resmi menetapkan Taufik Hidayat (30) sebagai tersangka sekaligus memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait dugaan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung.Penetapan status tersebut diumumkan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, pada Selasa (23/6/2026).

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan harus menjalani perawatan intensif akibat luka fisik serta trauma yang diduga dialaminya selama berada bersama tersangka.

Tersangka Resmi Diburu Polisi

Kapolda Jawa Barat menyampaikan bahwa penyidik telah mengantongi alat bukti yang dinilai cukup untuk menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka.Karena tidak berada di lokasi saat dilakukan upaya penangkapan,kepolisian menerbitkan status DPO dan membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka agar segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan.

Dugaan Penyekapan Berlangsung Sejak 2023

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan dalam rentang waktu yang cukup lama,diperkirakan sejak 2023 hingga 2026.

Korban diketahui menjalin hubungan dengan tersangka sejak 2023.Seiring berjalannya waktu, komunikasi korban dengan keluarga semakin berkurang hingga akhirnya keluarga kehilangan kontak. Selama periode tersebut,korban diduga tinggal bersama tersangka di sebuah kamar kos di Desa Cinunuk,Kecamatan Cileunyi,Kabupaten Bandung.

Penyidik menduga korban mengalami kekerasan fisik secara berulang yang menyebabkan kondisi kesehatannya terus menurun.

Korban Ditemukan dalam Kondisi Kritis

Kasus ini mulai terungkap pada 10 Juni 2026 ketika korban ditemukan dalam kondisi kritis dan segera mendapat penanganan medis di RSUD Ujungberung sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Selain mengalami luka fisik,korban juga diduga mengalami trauma psikologis akibat perlakuan yang diterimanya selama berada bersama tersangka.

Pada 12 Juni 2026,keluarga korban melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut kepada Polda Jawa Barat.laporan itu menjadi dasar penyelidikan yang kemudian berujung pada penetapan Taufik Hidayat sebagai tersangka.

Kondisi Korban Mulai Membaik

Hingga Selasa (23/6/2026),kondisi korban dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif meski masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung.korban disebut sudah dapat diajak berkomunikasi,namun proses pemulihannya masih memerlukan pendampingan medis dan psikologis.

Baca Juga :  Viral di TikTok, Ini Kata Saksi Terkait Tudingan Pungli dan Preman

Berdasarkan informasi awal yang disampaikan keluarga dan hasil pemeriksaan,korban diduga mengalami kehilangan penglihatan permanen serta sejumlah cedera fisik serius yang memerlukan penanganan jangka panjang. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik dan proses medis yang berlangsung.

Polisi Bentuk Tim Khusus

Setelah menetapkan tersangka sebagai DPO, Polda Jawa Barat membentuk tim khusus untuk mempercepat pencarian.Sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan tersangka telah didatangi petugas,namun hingga kini yang bersangkutan belum berhasil diamankan.

Polisi menduga tersangka berpindah-pindah tempat untuk menghindari proses penegakan hukum.

Gubernur Jabar Umumkan Sayembara Rp250 Juta

Perkembangan perkara ini turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui unggahan di media sosialnya pada 23 Juni 2026, ia menyatakan akan memberikan hadiah sebesar Rp250 juta bagi pihak yang memberikan informasi akurat hingga membantu aparat menemukan keberadaan tersangka.

Menurut Dedi,langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum sekaligus kepedulian terhadap kondisi korban.Ia menegaskan bahwa proses penangkapan tetap menjadi kewenangan kepolisian dan masyarakat diminta menyerahkan penanganannya kepada aparat apabila mengetahui lokasi tersangka.

Kronologi Singkat

2023 Korban diduga mulai berada bersama tersangka.

2023–2026 Korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan berulang.

10 Juni 2026 Korban ditemukan dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan medis.

12 Juni 2026 Keluarga melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polda Jawa Barat.

23 Juni 2026 Polisi menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka sekaligus menerbitkan status DPO dan melakukan pengejaran.

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga saat ini,Polda Jawa Barat masih terus melakukan pencarian terhadap Taufik Hidayat. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara tersebut dan mengajak masyarakat berpartisipasi dengan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan guna mempercepat proses penangkapan.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban dalam waktu yang panjang.proses penyidikan masih terus berjalan, sementara aparat berupaya menangkap tersangka dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap perkara secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Red/Irwan

 

Berita Terkait

Kapolres Nias Paparkan Perkembangan Penanganan Kasus Kematian AJZ,Siswi SMK di Alasa Talumuzoi
Dalam rangka meningkatkan keamanan dan memastikan kelayakan penggunaan senjata api dinas
Rutan Kelas I Labuhan Deli Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Perkara Pidana Umum
Pj. Kepala Desa Hilina’a Bantah Tuduhan Terlibat Kasus Kematian Siswi SMK di Nias Utara
Pengungkapan Kasus Agnis Jance Zebua Jadi Ujian Penegakan Hukum di Kepulauan Nias
Praktisi Hukum Faedonajokho Sarumaha Datangi Polda Sumut, desak Pengungkapan Tuntas Kasus Kematian Siswi SMK di Nias Utara
Misteri Pembunuhan Anak di Hilinaa Belum Terungkap, Kuasa Hukum Korban Dukung Pemeriksaan Pj Kades dan Dorong Penyidikan Berbasis Ilmiah
Gunungsitoli, Sumatera Utara | Burkastop.com – Selasa, 16 Juni 2026

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:51 WIB

Kapolres Nias Paparkan Perkembangan Penanganan Kasus Kematian AJZ,Siswi SMK di Alasa Talumuzoi

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:42 WIB

Taufik Hidayat Resmi Masuk DPO, Polda Jabar Intensifkan Pengejaran Tersangka Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:22 WIB

Dalam rangka meningkatkan keamanan dan memastikan kelayakan penggunaan senjata api dinas

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:17 WIB

Rutan Kelas I Labuhan Deli Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Perkara Pidana Umum

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:40 WIB

Pj. Kepala Desa Hilina’a Bantah Tuduhan Terlibat Kasus Kematian Siswi SMK di Nias Utara

Berita Terbaru