Kasus Pengeroyokan di Kuantan Singingi,LSM Penjara Indonesia Riau Minta Polres Kuansing Tetapkan Tersangka

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU|Burkastop.com – Kasus pengeroyokan di Kuantan Singingi yang menimpa seorang warga berinisial T.Z. kini memasuki babak baru. Sudah dua bulan sejak laporan resmi dilayangkan ke pihak kepolisian pada 6 Mei 2026, namun harapan agar proses hukum dipercepat terus mengalir. Ketua DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia (Penjara Indonesia) Riau, Relas, secara tegas meminta Polres Kuantan Singingi (Kuansing) segera meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan para pelaku sebagai tersangka.

T.Z. menjadi korban dugaan penganiayaan saat mendatangi wilayah Situgal, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Selasa (5/5/2026) malam. Kedatangannya ke lokasi tersebut bertujuan untuk menjemput anggota keluarga sekaligus mengklarifikasi hak-hak ahli waris dari salah satu pekerja di PT Rio Gabriel Mandiri (RGM).

Kronologi Dugaan Kekerasan

Menurut keterangan T.Z., rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. T.Z. menuturkan bahwa setibanya di lokasi, ia bersama dua rekannya diminta untuk menemui pimpinan perusahaan di kompleks tersebut. Di sana, terjadi perdebatan mengenai klaim utang yang tidak jelas rinciannya serta diskusi terkait hak-hak normatif almarhum pekerja yang seharusnya dipenuhi perusahaan di luar tanggungan BPJS Ketenagakerjaan.

T.Z. mengklaim bahwa saat ia menanyakan hak-hak tersebut, suasana pertemuan memanas. “Saat saya tanyakan hak almarhum di luar BPJS, sikap pimpinan mulai meninggi. Saya memutuskan untuk pulang, namun tiba-tiba saudara dari pimpinan tersebut diduga melakukan pemukulan ke arah kepala dan telinga saya. Kemudian terjadi dugaan kekerasan secara bersama-sama,” ungkap T.Z.

Pasca-kejadian, T.Z. menunjukkan bukti berupa foto yang memperlihatkan luka robek dan memar di bagian kepala serta pipi, yang diambil sesaat setelah insiden berlangsung.

Permintaan Percepatan Penegakan Hukum

Relas menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada penyidik Polres Kuansing. Ia berharap proses penyelidikan kasus pengeroyokan di Kuantan Singingi ini tidak terhambat oleh kendala administratif atau pemeriksaan saksi yang tidak relevan.

Baca Juga :  Dalam Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan, Rutan 1 Medan Buka Pelatihan Daii dan Punggahan

“Kami meminta penyidik segera melakukan gelar perkara penetapan tersangka. Kami menilai alat bukti yang ada sudah cukup kuat, mulai dari hasil visum, rekaman video pasca-kejadian, hingga keterangan dua saksi kunci yang melihat langsung peristiwa di teras rumah pimpinan PT RGM tersebut,” tegas Relas.

Lebih lanjut, Relas menambahkan bahwa penyidik telah memegang dokumentasi foto para terduga pelaku. Menurutnya, bukti tersebut sangat kuat untuk dikonfrontasi dengan korban dan saksi mata yang masih mengingat jelas wajah para pelaku. “Kami meminta agar pemeriksaan saksi lain tidak dijadikan alasan untuk menunda penetapan tersangka. Peristiwa ini bukan kejadian samar; semua bukti mengarah jelas. Sudah hampir dua bulan laporan ini berproses, publik menunggu keadilan,” tambahnya.

Status Penanganan dan Harapan Publik

Peristiwa ini awalnya dilaporkan ke Polda Riau sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Kuansing. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa dua orang saksi pada Kamis (25/6/2026). Kasus ini ditangani dengan dugaan pelanggaran Pasal 262 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama juncto Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan.

Relas berharap kepolisian bekerja secara transparan. “Kami percaya pada integritas Polres Kuansing. Kami hanya meminta percepatan penanganan agar para pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.

Tanggapan Perusahaan

Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya menghubungi manajemen PT RGM untuk mendapatkan hak jawab atas tuduhan tersebut. Redaksi akan segera memperbarui informasi ini apabila telah menerima tanggapan resmi dari pihak terkait guna memenuhi kaidah keberimbangan berita. (*/Tim)

Sumber: DPD LSM PENJARA INDONESIA Provinsi Riau.

Berita Terkait

Berikan Pembekalan PKL, Kepala Rutan Labuhan Deli Tekankan Integritas bagi Taruna Poltekip
Diduga Manipulasi BBM,Polrestabes Medan Bongkar Praktik Pengisian Solar ke Tangki Dexlite di SPBU Jalan Gajah Mada
Dugaan Operator SPBU Kulim Arogan, Aniaya dan Maki Pelanggan di Pekanbaru
Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru
Orang Tua Korban Surati Kapolri,Minta Keadilan dan Penetapan Sembilan Terduga Pelaku dalam Kasus Tewasnya Jufri Perobahan Buaya
Kapolres Nias Paparkan Perkembangan Penanganan Kasus Kematian AJZ,Siswi SMK di Alasa Talumuzoi
Taufik Hidayat Resmi Masuk DPO, Polda Jabar Intensifkan Pengejaran Tersangka Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Perempuan di Bandung
Dalam rangka meningkatkan keamanan dan memastikan kelayakan penggunaan senjata api dinas

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:13 WIB

Berikan Pembekalan PKL, Kepala Rutan Labuhan Deli Tekankan Integritas bagi Taruna Poltekip

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kasus Pengeroyokan di Kuantan Singingi,LSM Penjara Indonesia Riau Minta Polres Kuansing Tetapkan Tersangka

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00 WIB

Diduga Manipulasi BBM,Polrestabes Medan Bongkar Praktik Pengisian Solar ke Tangki Dexlite di SPBU Jalan Gajah Mada

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:06 WIB

Dugaan Operator SPBU Kulim Arogan, Aniaya dan Maki Pelanggan di Pekanbaru

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:35 WIB

Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru

Berita Terbaru