PELALAWAN, BURKAS.TOP – Bupati Pelalawan, Zukri Misran, terus mendorong percepatan pembangunan Saluran Kabel Bawah Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV yang menghubungkan Sokoi ke Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam program “Pelalawan Terang” untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 persen.
Zukri menegaskan bahwa kehadiran listrik 24 jam di wilayah pesisir adalah prioritas untuk mengakhiri keterbatasan energi yang selama ini menghambat produktivitas warga.
Bupati Zukri menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun warga di Pulau Mendol hanya mendapatkan pasokan listrik selama 12 jam, bahkan lebih singkat jika mesin PLTD mengalami gangguan. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh berlarut-larut karena menghambat potensi daerah.
“Kami berharap pembangunan kabel bawah laut ini segera tuntas karena dampak sosial dan ekonominya besar. Pulau Mendol punya potensi luar biasa di sektor pertanian dan kelautan. Dengan listrik stabil, potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Zukri dalam keterangan resminya, Jumat (10/04/2026).
Berdasarkan koordinasi Pemkab Pelalawan dengan pihak PLN, progres fisik pemasangan kabel sepanjang 3 kilometer di Desa Teluk Dalam tersebut kini telah mencapai 50 persen. Proyek yang dimulai pengerjaannya sejak Januari 2024 ini ditargetkan beroperasi penuh pada Mei 2026.
Untuk memastikan kelancaran proyek, Bupati Zukri memastikan dukungan dari sisi administratif dan koordinasi antarlembaga:
Koordinasi Pusat: Pemkab terus berkomunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait perizinan agar pengerjaan sesuai ketentuan.
Standar Keandalan: Pemerintah daerah meminta PLN memastikan proses sertifikasi laik operasi berjalan ketat demi keamanan 2.200 calon pelanggan.
Melalui program “Pelalawan Terang”, Bupati Zukri berharap tidak ada lagi ketimpangan infrastruktur dasar antara wilayah daratan dan kepulauan. Stabilitas listrik dinilai akan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha kecil dan industri pengolahan hasil laut di Kuala Kampar, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan. (*/Adv)

















