LAYANGKAN SURAT KEKEMENTRIAN ATR DAN BPN & KEMENTRIAN KEHUTANAN BASMI MAFIA TANAH,DI KAB.ROKAN HILIR TEPATNYA DI KEC.KUBU,DESA TELUK PIYAI PESISIR* *

- Penulis

Minggu, 24 Maret 2024 - 04:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top – Rokan Hilir – Diduga Maraknya mafia tanah yang cukup memprihatinkan dan membuat resah warga N, khususnya di desa teluk piyai pesisir kecamatan kubu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.

Untuk itu Mulyadi sebagai mahasiswa rokan hilir jakarta melayangkan Surat Audiensi Ke Kementerian ATR dan BPN dan juga kementian lingkungan hidup dan kehutanan tentang masifnya polemik pertanahan di kabupaten Rokan Hilir.

Hal ini disampaikan oleh Mulyadi sebagai mahasiswa rokan hilir jakarta.
Sabtu 23/03/2024.
Mulyadi mengungkapkan pihaknya menganggap bahwa oknum Mafia tanah tersebut diduga telah menguasai lahan yang lebih dari kapasitas maksimum hak penguasaan yaitu sebanyak  500 H yang belum mengantongi surat izin.

Padahal kata mulyadi menurut UU Pokok Agraria penguasaan dan kepemilikan tanah melampaui batas tidak di perkenankan sebagai mana dalam UU pokok Agraria pasal 17 memerintahkan agar pembatasan tersebut di atur.

” Dan lahir perppu No 56 Tahun 1960 yang kemudian di sahkan menjadi undang-undang yang mengatur bahwa seseorang atau keluarga hanya diperbolehkan menguasai tanah pertanian maksimum 20 hektare, tampa melihat apakah merupakan sawah atau tanah kering,” jelasnya.

Kata mulyadi , pihaknya sudah meminta kepada Kementerian ATR dan BPN untuk memeriksa bersangkutan yang berinisial (TN) dan langsung terjun ke lapangan. Dan pihakya juga menganggap bahwa tidak ada sedikit pun kontribusi si pemilik kepada daerah dan memberikan dampak baik kepada daerah tersebut.

Menurutnya, maraknya mafia tanah tidak hanya menjadi konflik tetapi juga menjadi polemik terhadap insfrastruktur jalan yang berada di Kabupaten Rokan Hilir. seperti jalan lintas kubu kepalika yang mana mobil truk mengangkut buah sawit puluhan ton, bahkan ratusan ton yang merusak jalan namun tidak ada kontribusi perusahaan untuk pembangunan insfratruktur jalan tersebut.

Baca Juga :  Osis SMA Negeri 1 Teluk Dalam Gelar Kebaktian Bulanan

” Jadi kami sebagai mahasiwa rokan hilir Jakarta Meminta Langsung kepada Kementrian ATR dan BPN dan juga kementrian lingkungan hidup dan  kehutanan Republik Indonesia agar menindak lanjuti dan turun langsung Ke-Kepenghuluan teluk piyai piyai pesisir Kapas, Kecamatan kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.”
Mengingat pesan menteri ATR dan BPN Bapak H. AHY di perovinsi menyelesai kan perkara dan menjadi kan tersangka tanah karena terbukti menyalah gunakan hutan  menjadi kepentingan pribadi ” Tegasnya.

Dengan ini mulyadi sebagai mahasiswa rokan hilir jakarta juga melayangkan surat audensi ke kementerian kehutanan agar lebih teliti dan melihat langsung dimana wilayah hutan lindung, hutan konservasi agar tidak digarap menjadi lahan pribadi.
mengatakan permasalahan ini harus segera di tindak lanjuti lahan-lahan atau perusahaan yang berpotensi menjadi polemik besar bagi masyarakat Rokan Hilir.
Karena diduga lahan tanpa izin ini di wilayah Rokan Hilir, tepatnya di kepenghuluan teluk piyai pesisir kecamatan kubu Seusai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2021, tentang Tata cara pengenaan sanksi administratif dan tata cara penerimaan Bukan pajak yang berasal dari denda administratif dibidang kehutanan.

” Kalau kita berharap kepada APBD Rokan Hilir, saja untuk perbaikan dan pembangunan yang ada di Rokan Hilir, mungkin tidak akan tuntas jadi kita harus libatkan dan tegaskan kepada perusahaan yang berada di Rokan Hilir, agar ikut andil untuk pembangunan insfratuktur jalan yang ada di Rokan Hilir dan harus jelas bayar pajaknya”, ungkapnya.

Mulyadi sebagai mahasiswa rokan hilir jakarta juga menyebut bahwa pihaknya berharap agar hasil audiensi nantinya dengan Kementerian ATR dan BPN memberikan titik terang dan mendapatkan perkembangan atas kasus mafia tanah tersebut.
( tim Red ,Riadymalay)​

Berita Terkait

Bupati Bengkalis Instruksikan Penyelesaian Persoalan Lahan Masyarakat Rupat
Gemilang di Ajang Provinsi, Fatimah Bawa Pulang Dua Medali Emas untuk Pelalawan
Polisi Lacak Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Perusahaan Sawit Bengkalis
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, PT Arara Abadi Salurkan Ribuan Masker ke Sekolah-sekolah
Tingkatkan Kinerja Fiskal, Suahasil Nazara Resmi Dilantik Menjadi Menteri Keuangan
UPT Puskesmas Garuda Imbau Warga Waspadai Resiko Kabut Asap
Sungai Meranti Tinjauan Karhutla Bupati Kasmarni Turun langsung Padamkan Api
Pesan Perempuan Lewat MiChat, Pria di Pekanbaru Diduga Diperas dan Diancam di Kamar Hotel

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:08 WIB

Bupati Bengkalis Instruksikan Penyelesaian Persoalan Lahan Masyarakat Rupat

Jumat, 18 September 2026 - 15:17 WIB

Gemilang di Ajang Provinsi, Fatimah Bawa Pulang Dua Medali Emas untuk Pelalawan

Kamis, 17 September 2026 - 13:11 WIB

Polisi Lacak Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Perusahaan Sawit Bengkalis

Rabu, 16 September 2026 - 12:41 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, PT Arara Abadi Salurkan Ribuan Masker ke Sekolah-sekolah

Senin, 14 September 2026 - 19:32 WIB

Tingkatkan Kinerja Fiskal, Suahasil Nazara Resmi Dilantik Menjadi Menteri Keuangan

Berita Terbaru