Perusakan Rumah Ibadah dan Pembubaran Ibadah Dikecam PPN Pekanbaru

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Peduli Nias (PPN) Kota Pekanbaru, Ridhuan Syah Putra Notatema Zai, S.H.

Foto: Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Peduli Nias (PPN) Kota Pekanbaru, Ridhuan Syah Putra Notatema Zai, S.H.

BURKAS.TOP, PEKANBARU |– Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi perusakan terhadap rumah ibadah dan pembubaran kegiatan keagamaan oleh sekelompok orang di Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam video yang viral di media sosial tersebut, tampak sekelompok warga mendatangi lokasi dan melakukan tindakan kekerasan menggunakan benda tumpul, serta membubarkan ibadah jemaat yang sedang berlangsung di Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah pada Minggu, 27 Juli 2025.

Menanggapi peristiwa ini, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Peduli Nias (PPN) Kota Pekanbaru, Ridhuan Syah Putra Notatema Zai, S.H., menyatakan sikap tegas mengutuk tindakan intoleransi tersebut.

“Peristiwa ini menjadi duka mendalam, bukan hanya bagi umat Kristiani yang terdampak langsung, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi,” tegas Ridhuan dalam keterangannya kepada media, Senin (28/7).

Ia menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok intoleran di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia, kata Ridhuan, tidak dibangun atas dasar keseragaman agama, suku, atau ras, melainkan berdiri kokoh di atas fondasi keragaman yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan nilai-nilai Pancasila.

Ridhuan juga menyayangkan tindakan kekerasan tersebut dilakukan di hadapan anak-anak, yang berpotensi meninggalkan dampak psikologis jangka panjang. Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumatera Barat, untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Rutan Medan Terima Kunjungan Tim Dirwatkeshab Ditjenpas Pastikan Pelayanan Kepada WBP Berjalan Baik

“Kami juga mendesak Gubernur Sumatera Barat, Wali Kota Padang, serta jajaran DPRD provinsi dan kota agar turut menyuarakan keprihatinan dan sikap tegas terhadap kejadian ini. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga mencoreng citra Sumatera Barat yang selama ini dikenal menjunjung nilai toleransi dan budaya santun,” ungkap Ridhuan.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC PPN Kota Pekanbaru, Purnama H. Lase, S.H., juga mengecam keras tindakan perusakan dan pembubaran ibadah tersebut. Ia menegaskan bahwa para pelaku harus diproses hukum, termasuk pihak-pihak yang diduga sebagai aktor intelektual di balik aksi tersebut.

“Selain Pasal 170 KUHP terkait kekerasan bersama, para pelaku juga patut dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, mengingat aksi kekerasan itu terjadi di depan anak-anak,” ujar Purnama.

Pihaknya juga meminta agar kasus ini menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto, serta disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Agama, Kementerian Hukum dan HAM, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Terakhir, DPC PPN Kota Pekanbaru mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan media untuk terus mengawal kasus ini secara terbuka dan adil, demi memastikan keadilan ditegakkan bagi seluruh warga negara, tanpa memandang latar belakang agama atau golongan. ***

Berita Terkait

Praktisi Hukum Faedonajokho Sarumaha Datangi Polda Sumut, desak Pengungkapan Tuntas Kasus Kematian Siswi SMK di Nias Utara
Misteri Pembunuhan Anak di Hilinaa Belum Terungkap, Kuasa Hukum Korban Dukung Pemeriksaan Pj Kades dan Dorong Penyidikan Berbasis Ilmiah
Gunungsitoli, Sumatera Utara | Burkastop.com – Selasa, 16 Juni 2026
Pemeriksaan Pj Kepala Desa dan Istri dalam Kasus Kematian Siswi SMK Agnes Jance Zebua Berlangsung hingga Dini Hari
Heboh Penemuan Jasad Wanita di Ujung Batu, Tim Forensik Lakukan Olah TKP
Kepergok Curi Motor Warga di Kampar, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi, Satu Sempat Bersembunyi di Atas Pohon
Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli
Rutan Kelas I Labuhan Deli Gelar Skrining Kesehatan bagi Warga Binaan

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:38 WIB

Praktisi Hukum Faedonajokho Sarumaha Datangi Polda Sumut, desak Pengungkapan Tuntas Kasus Kematian Siswi SMK di Nias Utara

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:50 WIB

Misteri Pembunuhan Anak di Hilinaa Belum Terungkap, Kuasa Hukum Korban Dukung Pemeriksaan Pj Kades dan Dorong Penyidikan Berbasis Ilmiah

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:16 WIB

Pemeriksaan Pj Kepala Desa dan Istri dalam Kasus Kematian Siswi SMK Agnes Jance Zebua Berlangsung hingga Dini Hari

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:22 WIB

Heboh Penemuan Jasad Wanita di Ujung Batu, Tim Forensik Lakukan Olah TKP

Senin, 15 Juni 2026 - 19:26 WIB

Kepergok Curi Motor Warga di Kampar, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi, Satu Sempat Bersembunyi di Atas Pohon

Berita Terbaru