Prajurit TNI Diminta Kuasai Dunia Informasi dan Digital

- Penulis

Kamis, 8 Februari 2024 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top —  PEKANBARU – Menghadapi cepatnya perkembangan dan perubahan dunia informasi, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga harus ikut dalam perkembangan tersebut secara intens. Dengan begitu, selain akan selalu mendapatkan informasi terbaru yang terjadi dalam masyarakat, prajurit TNI, terutama yang bertugas di bidang media dan pemberitaan, juga harus terlibat langsung dalam proses perkembangan dan perubahan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Komando Resor Militer (Korem) 031/Wira Bima, Riau, Brigadir Jenderal TNI Dany Rakca Andalasawan, saat membuka acara Pembekalan Media dan Publikasi di Auditorium Kaharudin Nasution Makorem 031/Wira Bima, Pekanbaru, Selasa (6/2/2024). Kegiatan ini akan berlangsung hingga Senin (12/2) mendatang.

Kegiatan ini diikuti oleh para staf media dan publikasi dari Korem 031/Wira Bima dan seluruh perwakilan Kodim yang ada di Riau. Pada hari kedua, Rabu (7/2), Danrem juga datang untuk memberikan pelakat penghargaan kepada para instruktur dan arahan kepada prajurit yang ikut pelatihan. Dalam pelatihan tersebut itu diundang beberapa pemateri, di antaranya dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Tribun Pekanbaru, Diskominfo Riau, Fakultas Teknik Informatika Unri, dan lembaga media lainnya.

Lebih lanjut Danrem menjelaskan, pelatihan ini diharapkan akan membantu memperbaiki SDM para staf bidang media dan publikasi. Mereka adalah salah satu ujung tombak dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait aktivitas dan kegiatan TNI Angkatan Darat (AD) di seluruh teritorial Riau.

Dany Rakca menjelaskan, selama ini banyak hal yang kurang pas dalam bidang penulisan jurnalistik yang dilakukan para stafnya meskipun hal itu dianggap kecil dan sepele. Misalnya, penulisan berita yang bahasanya tidak menarik, berulang-ulang, salah ketik, salah ejaan, dan sebagainya. Hal itu, katanya, akan membuat pembaca menjadi kurang tertarik.

“Kesalahan-kesalahan yang terlihat kecil dan sepele itu akan berpengaruh kepada opini pembaca. Apalagi kalau akurasinya tidak tepat,” jelas Dany Rakca.

Selain itu, Dany Rakca juga menekankan pentingnya para staf media dan publikasi memahami perkembangan dunia digital, termasuk media sosial. Menurutnya ini sangat penting karena masyarakat sekarang sangat perhatian dengan dunia digital, terutama media sosial. Para staf media dan publikasi diharapkan bisa secara teknis mengambil gambar video, mengeditnya, hingga teknis menayangannya.

Menurut Danrem, dengan semua kemampuan maksimal di bidang jurnalistik tulis, foto, video, dan media sosial tersebut, diharapkan semua konten yang dibuat bisa membantu memberikan informasi yang baik dan akurat kepada masyarakat tentang seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Korem 031/Wira Bima dan seluruh jajarannya hingga tingkat Kodim di kabupaten/kota. Ini juga bisa menjadi upaya memberbaiki berita keliru yang disiarkan oleh media umum atau kreator konten media sosial tentang kinerja TNI AD di Riau.

Baca Juga :  Bareskrim Polri ungkap Jaringan Narkoba Wilayah Jambi H dan DS

“Kita semua tahu, kita tak bisa membendung konten digital dan online. Karena begitu konten itu disiarkan, siapa pun dan di mana pun dia berada, bisa mengaksesnya. Jika konten atau berita itu salah atau kurang tepat tentang apa pun, termasuk tentang TNI AD di Riau, juga langsung bisa dibaca oleh Mabes TNI di Jakarta. Maka sebisa mungkin kita juga harus menguasai dunia internet digital tersebut,” jelas lelaki yang sudah sembilan bulan bertugas di Riau tersebut.

Dalam dua kesempatan tersebut, Dany Rakca juga mengingatkan soal kolaborasi dan sinergisitas, serta ego sektoral. Dia mencontohkan, misalnya dalam sebuah acara lintas sektoral yang di dalamnya ada TNI, Polri dan perangkat pemerintahan daerah, serta masyarakat umum, mestinya dalam pemberitaan diperlihatkan semua elemen itu ada. Bukan hanya dari TNI saja yang ditonjolkan. Meski hal ini terlihat sederhana dan tak penting, tetapi menurutnya itu penting.

“Sudah tak zamannya lagi kita munculkan ego sektoral. Sekarang kita harus membangun sinergisitas dan kolaborasi dengan semua pihak dalam membangun bangsa ini. Dan dalam pemberitaan, misalnya dalam jurnalistik tulis atau foto, itu harus terlihat,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Riau yang juga Redaktur Pelaksana Riau Pos, Hary B Koriun, ikut memberikan materi tentang Bahasa Jurnalistik. Hary menjelaskan bahwa dalam bahasa Indonesia, ada ragam bahasa jurnalistik yang punya ciri-ciri khusus tetapi tetap mengacu pada aturan dalam bahasa Indonesia yang termaktub dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

“Ragam bahasa jurnalistik memiliki ciri khas selingkung. Ciri khas ini tidak menabrak aturan, tetapi dalam beberapa hal memiliki kekhasan yang tak ditemukan dalam penulisan bidang lain,” ujar Hary.

( tim , Andi putra )

Berita Terkait

DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis
Momen Haru dan Semangat Baru: Warga Rumbai Sukses Gelar Green Policing
Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru
HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”
Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli
Wali Kota Agung Nugroho Tegaskan PBG di Pekanbaru Bisa Terbit dalam Hitungan Jam, Dorong Iklim Investasi Lebih Cepat
Operasional Tambang Berizin di Kampar Dievaluasi, Tim Gabungan Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi
Wajah Baru Pekanbaru: Setahun Kepemimpinan Agung-Markarius yang Melampaui Ekspektasi

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:44 WIB

DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:45 WIB

Momen Haru dan Semangat Baru: Warga Rumbai Sukses Gelar Green Policing

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:35 WIB

Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:38 WIB

HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”

Senin, 15 Juni 2026 - 10:12 WIB

Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli

Berita Terbaru