Warga Kecewa Pada Acara Open House Rumah Dinas PJ Wali Kota Pekanbaru

- Penulis

Sabtu, 13 April 2024 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top — Pekanbaru –– Puluhan warga Kota Pekanbaru merasa kecewa dengan penerapan aturan yang dianggap kurang bijaksana oleh oknum Satpol PP yang bertugas di Rumah Dinas PJ Walikota Pekanbaru saat acara open house digelar. Insiden ini terjadi saat PJ Walikota Pekanbaru menyelenggarakan acara open house di rumah dinasnya yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kota Pekanbaru, Kamis (11/4/2024).

Tim media – Saat warga telah berkumpul di depan pintu gerbang, salah seorang petugas Satpol PP menyampaikan bahwa acara open house akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

“Kami diperintahkan untuk membuka pagar pada pukul 14.00 WIB,” ujar petugas Satpol PP kepada puluhan warga yang telah hadir.

Namun, respons yang diberikan petugas tersebut menimbulkan kekecewaan di antara para warga. Beberapa media berusaha untuk mengonfirmasi alasan di balik kebijakan tersebut kepada petugas, namun jawaban yang diberikan justru menambah kekecewaan. Mereka menyatakan bahwa nasi untuk acara tersebut telah habis dan akan diisi kembali.

Baca Juga :  Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Kapolda Riau ". Selama Ramadan 1445 H, tempat Hiburan malam di tutup pekanbaru.

“Maaf, nasi sudah habis. Akan diisi kembali nanti,” ungkap petugas tersebut.

Pernyataan tersebut langsung memicu kemarahan dari sebagian besar warga yang hadir. Salah seorang warga menyatakan bahwa tujuan kehadiran mereka bukanlah untuk mencari makanan, melainkan untuk menjalin silaturahmi dengan Walikota Pekanbaru.

“Kami datang bukan untuk makan, tetapi untuk bersilaturahmi dengan Pak Walikota. Jika masalahnya hanya karena nasi habis, sungguh disayangkan,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Pendapat serupa juga disuarakan oleh beberapa warga lainnya. Mereka berpendapat bahwa seharusnya warga yang telah hadir diperbolehkan masuk terlebih dahulu.

“Kami merasa kasihan terutama pada para ibu yang harus menunggu di luar rumah dinas ini. Ini membuat kami merasa malu di hadapan orang lain,” tambah seorang warga lainnya.

Kejadian ini memicu kritik terhadap pelayanan dan kebijakan yang diterapkan dalam acara open house di Rumah Dinas PJ Walikota Pekanbaru.

Namun, hingga berita ini dimuat, PJ Walikota pekanbaru belum memberikan klarifikasi”

. ( Tim/Andi )

Berita Terkait

DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis
Momen Haru dan Semangat Baru: Warga Rumbai Sukses Gelar Green Policing
Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru
HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”
Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli
Wali Kota Agung Nugroho Tegaskan PBG di Pekanbaru Bisa Terbit dalam Hitungan Jam, Dorong Iklim Investasi Lebih Cepat
Operasional Tambang Berizin di Kampar Dievaluasi, Tim Gabungan Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi
Wajah Baru Pekanbaru: Setahun Kepemimpinan Agung-Markarius yang Melampaui Ekspektasi

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:44 WIB

DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:45 WIB

Momen Haru dan Semangat Baru: Warga Rumbai Sukses Gelar Green Policing

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:35 WIB

Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:38 WIB

HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”

Senin, 15 Juni 2026 - 10:12 WIB

Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli

Berita Terbaru