Kasus Penangkapan Wartawan, Ketua KNPI Riau Tantang Kapolresta Pekanbaru! Larshen Yunus: “Tangkap Juga Oknum TNI itu…

- Penulis

Minggu, 4 Agustus 2024 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top — Pekanbaru –Ketua KNPI Riau Sentil Kapolresta Pekanbaru, Larshen Yunus: “Unsur Pemerasan Ke dua belah Pihak Wajib di Tahan!”

Oknum TNI Mafia BBM Bersubsidi Wajib di Tahan, Ketua KNPI Riau: “Polresta Pekanbaru Jangan Hanya Berani dengan Wartawan!”

KNPI Riau Desak Kapolresta Pekanbaru Tangkap dan Tahan Oknum TNI, Pasca Tudingan Pemerasan Oleh Wartawan

Kasus Pemerasan Antara Oknum TNI dengan Wartawan, Ketua KNPI Riau Bilang Polresta Pekanbaru Harus Presisi

Pekanbaru, Wa Kasus Tindak Pidana Pemerasan yang dialamatkan kepada oknum Wartawan di Kota Pekanbaru turut menjadi perhatian dari INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua di Republik ini.

Informasi yang beredar, Oknum TNI Angkatan Darat (AD) menjadi korban Pemerasan oleh seorang Wartawan, kendati perkara tersebut justru menyimpan banyak tanda tanya.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, kasus tersebut wajib menjadi Atensi bersama, jangan sampai Stigma tentang Mental Polisi Sambo terulang kembali.

Pasalnya, ada suatu keraguan terkait info Pemerasan Oknum TNI oleh Oknum Wartawan. Tentu saja, publik juga harus di cerdaskan, karena sulit sekali memahami permasalahan seperti itu.

“Bagaimana mungkin seorang Wartawan ada kuasa untuk melakukan Pemerasan terhadap Oknum TNI? penyebabnya apa? semestinya Penyidik di Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Pekanbaru mesti Lebih Bijak Lagi. Harus dilakukan Pengungkapan dari Hulu ke Hilir. Sulit untuk percaya oknum Wartawan melakukan Pemerasan terhadap Oknum TNI, pasti ada sebab musababnya. Unsur Pemerasan itu tetap sama!!! bahwa yang Memberi dan yang Menerima sama Dimata Hukum! Apabila dipermasalahkan dari sisi Pidana, maka Keduabelah pihak harus sama-sama di Proses secara Hukum, Jangan sampai ada tebang pilih! Wartawan saja tahu Aktivitas Gudang Mafia BBM Bersubsidi, kenapa Lembaga Negara seperti Polri justru kelihatan pura-pura “Gila” Wallahuallam Bissawab” ujar Larshen Yunus.

Baca Juga :  12 Paket Sabu-Sabu, Ikut Diamankan Dari Warga Pandau Jaya

Ketua KNPI Provinsi Riau itu tegaskan, agar secepatnya Kapolresta Pekanbaru memerintahkan Kasat Reskrim, agar segera Menahan Oknum TNI yang dimaksud, bisa saja dari sisi Pidana ataupun dari sisi Kode Etik TNI AD melalui Detasemen Polisi Militer, Prinsipnya adalah Oknum TNI Mafia BBM Bersubsidi itu Wajib diberi Hukuman.

“Barang Bukti sewaktu Sahabat Wartawan ditangkap sudah ada!!! BB lebih kurang 20 Juta, dikemas dalam sebuah Amplop, Pemberinya Oknum TNI dan Penerima Oknum Wartawan, maka dari itu tentu Kedua belah pihak yang Harus di Proses, Jangan sampai ada tebang pilih. Hukum adalah Pembuktian!!! Polisi Jangan takut sama TNI, semua orang sama dihadapan Hukum” ungkap Larshen Yunus, didampingi para pengurus DPD KNPI Provinsi Riau.

Hingga berita ini diterbitkan, Minggu (4/8/2024) Ketua Larshen Yunus bersama Tim Advokasi Pendampingan Hukum KNPI Provinsi Riau pastikan, bahwa tidak ada tempat yang Nyaman bagi Oknum TNI Mafia BBM Bersubsidi. Unsur Pidana Pemerasan wajib sama, Pemberi dan Penerima wajib di Proses secara Hukum, Jangan ada tebang pilih.

“Ayo Bapak Ibu Teman-Teman Wartawan dan Para Sahabat Semua!!! Bersatu dan Berjuang, Mari kita hadapi “Polisi bermental” Sambo seperti itu. Jangan biarkan Polisi selalu bermain-main dengan Nasib seseorang, Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang!” akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya.
Red, Andi putra.

Berita Terkait

DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis
Momen Haru dan Semangat Baru: Warga Rumbai Sukses Gelar Green Policing
Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru
HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”
Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli
Wali Kota Agung Nugroho Tegaskan PBG di Pekanbaru Bisa Terbit dalam Hitungan Jam, Dorong Iklim Investasi Lebih Cepat
Operasional Tambang Berizin di Kampar Dievaluasi, Tim Gabungan Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi
Wajah Baru Pekanbaru: Setahun Kepemimpinan Agung-Markarius yang Melampaui Ekspektasi

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:44 WIB

DJP Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif Bersama Pertamina dan BUMN Strategis

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:45 WIB

Momen Haru dan Semangat Baru: Warga Rumbai Sukses Gelar Green Policing

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:35 WIB

Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:38 WIB

HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”

Senin, 15 Juni 2026 - 10:12 WIB

Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli

Berita Terbaru