Pekanbaru, burkas.top – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) Indonesia Provinsi Riau secara resmi mendeklarasikan struktur kepengurusan baru di Sinurut Cafe Jalan jalan Hasanuddin Kota Pekanbaru, Sabtu (20/12/2025).
Deklarasi ini menandai babak baru organisasi pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) definitif dari DPP yang menetapkan Relas sebagai Ketua DPD, didampingi John Purba sebagai Sekretaris, dan Fitri Yuni, SH sebagai Bendahara untuk sisa masa bakti 2024-2029.
Semangat Restorasi dan Pembenahan
Pergantian kepemimpinan ini merupakan tindak lanjut dari dinamika organisasi, termasuk mosi tidak percaya yang berujung pada pemberhentian ketua sebelumnya. Dalam sambutannya, Ketua DPD Definitif, Relas, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan sebuah restorasi.
“Saya menerima amanah ini karena kepercayaan rekan-rekan yang ingin melihat LSM PENJARA kembali ke khitahnya sebagai lembaga pemantau yang kritis, independen, dan berintegritas,” ujar Relas di hadapan para pengurus dan anggota yang hadir.
Tiga Pilar Perjuangan Baru
Dalam pidato perdananya, Relas menginstruksikan seluruh jajaran untuk fokus pada tiga poin utama:
Soliditas Internal: Menghilangkan ego pribadi dan faksi demi kesatuan organisasi yang utuh.
Integritas Pengawasan: Menjadi mata dan telinga masyarakat Riau dalam mengawal kinerja aparatur negara agar tetap sesuai aturan.
Profesionalisme: Menekankan pentingnya bekerja berbasis data, riset, dan investigasi lapangan yang kuat, bukan sekadar opini.
“Tancap Gas” untuk Masyarakat Riau
Ketua terpilih juga mengajak seluruh pengurus untuk langsung bergerak cepat (“tancap gas”) menjalankan program kerja. Ia menekankan bahwa beban organisasi akan terasa ringan jika dipikul dengan semangat gotong royong.
“Mari kita tutup lembaran lama yang kelam, dan kita buka lembaran baru yang penuh dengan prestasi serta aksi nyata. Kita buktikan kepada masyarakat Riau bahwa kita jauh lebih solid dan berani,” tegasnya menutup sambutan.
Acara deklarasi tersebut diakhiri dengan yel-yel khas organisasi yang menggema di lokasi acara: “LSM PENJARA Indonesia, Berani Korupsi… Siap Masuk Bui!” sebagai simbol komitmen mereka dalam memberantas praktik korupsi di Bumi Lancang Kuning. (*/Red)

















