Khususiah Mengaku Seperti Disambar Petir Jika Yayasannya Sudah Dijual Ardi dan Sri Serta Oknum Kades*

- Penulis

Kamis, 2 Mei 2024 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top —Lampung-Ketua Pembina Yayasan Ainur Santri Nusantara Khususiyah mengaku tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba ada tamu kehormatan datang ke rumah nya Srinoer Hayati(anggota pembina Yayasan Santri Nusantara Pesawaran), Agus Yunarto, (Ketua Pengawas) dan Zakia Ahada Fanka,(bendahara).

Ketua Pembina Yayasan Khususiyah Merasa senang hati sambut kedatangan dengan riang gembira. Namun setelah beberapa saat ngobrol santai tiba-tiba Sri Noer Hayati menyampaikan kedia jika kampus sudah mereka jual.

“Lalu dia mengatakan kedatangannya menemui saya mintak tanda tangan saya, saya kaget seperti di sambar petir, nggak ada mendung kok ada petir, saya kaget dan nggak bisa bicara apa-apa langsung saya jawab gak bisa, dan gak boleh di jual,”tegas Khususiah kepada Sri Nurhayati kepada awak media group PWDPI pada Kamis (2/5/2924).

Khususiyah mengatakan ahirnya mere ka pulang. Namun selang beberapa hari kemudian datang lagi bersama M, Ardi (Ketua Yayasan), ada 4 orang, dengan maksud yang sama yaitu minta tanda tangan ketua pembina, Namun Khususiyah mengaku tetap pada pendiriannya.

“Tidak ada jual beli kampus apalagi yayasan karena tujuan kampus dan yayasan untuk bisa banyak membantu orang, tujuan awalnya akhirat kok malah di jual,”tegasnya kepada Ardi dan Lainnya.

Lalu Ketua Pembina tannya dengan mereka telah dijual berapa kampus tersebut kepada pihak lain. Lalu masih kata Khususiah dijawab dijual Rp 1,8 Miliar

Baca Juga :  Bupati Kasmarni Khatam Bersama Para Santri Penghafal Qur'an

“Saat saya tannya dijual berapa, Jawab mereka telah dijual Rp1,8, dan baru di DP. Panjar tersebut pengakuan mereka telah dibagi ketua yayasan, anggota pengawasan Edi Wartoyo. ketua yayasan juga turut serta menyampaikan hal yng sama. Akhrinya mereka pulang,”ungkap Khususiyah.

Dikesempatan yang lain juga kata Khususiyah, dirinya pernah dipananggil oleh Ketua Yayasan M.Ardi, dengan di saksikan beberapa saksi di rumah 2 orang dan di kantor 6 orang, bahwa Ketua Yayasan menyampaikan kampus telah di jual.

“Bahkan M.Ardi mengakui jika dirinya baru di kasih uang sekitar 25 juta, padahal menurutnya dia mintak seharga mobil Avanza. Ardi juga cerita Kepala Desa Penjambon pak Edi Wartoyo juga dikasih Rp25 juta dengan pesanan yang sama dengan Ardi,”tegas Khususiah.

Terpisah, Ketua Yayasan M.Ardi saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengelak. Dia mengatakan jika tidak pernah menjual yayasan.

“Ya monggo datang kepembelinya pak kalok emang britanya seperti itu dari klien bapak dijual kesiapa . Karana saya tidak merasa menjual,”Ujar Ardi Singkat Pada Kamis (2/5/2024).

Sementara dikonfirmasi secara terpisah juga, Anggota Dewan Pembina Sri Nurhayati saat dikonfirmasi melalui via telpon hingga berita ini diturunkan belum ada balasan.(Tim Red Andi putra.)

Berita Terkait

Operasional Tambang Berizin di Kampar Dievaluasi, Tim Gabungan Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi
Cegah Tambang Ilegal, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Aktivitas Mencurigakan
9 Dampak Positif Dapur MBG Sahabat Mulia bagi Ekonomi Warga Bengkalis
Polemik PT Asiana Gasindo: Warga Pertanyakan Klaim Pengolahan Limbah B3 Jadi Batu Bata
Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bengkalis Disorot PWMOI
‎BNI Pertahankan Rating ESG Global, Kredit Sektor Hijau Terus Tumbuh
DPD PWMOI Bengkalis Mengelar Hiburan Rakyat di Ujung Bulan Mei
Perkuat Sektor Ekonomi Kerakyatan, Bupati Bengkalis Sahkan Perda Pemberdayaan Usaha Mikro

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:34 WIB

Operasional Tambang Berizin di Kampar Dievaluasi, Tim Gabungan Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:26 WIB

Cegah Tambang Ilegal, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Aktivitas Mencurigakan

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:48 WIB

9 Dampak Positif Dapur MBG Sahabat Mulia bagi Ekonomi Warga Bengkalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:55 WIB

Polemik PT Asiana Gasindo: Warga Pertanyakan Klaim Pengolahan Limbah B3 Jadi Batu Bata

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:25 WIB

Rehabilitasi Rumah Layak Huni Bengkalis Disorot PWMOI

Berita Terbaru