Nof Hendra: Proses Pilkada Serentak 2024 Harus Mampu Hasilkan Pemimpin Yang Jujur, Amanah dan Berkualitas*

- Penulis

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Burkas top — Pekanbaru — Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 adalah merupakan perwujudan kedaulatan rakyat. Sehingga dengan demikian proses penyelenggaraannya harus berdasarkan pada konsep kejujuran, keadilan, amanah, bertanggung jawab dan bermartabat.

Seorang pegiat media sosial Indonesia dari Pekanbaru – Riau, Nof Hendra menyampaikan kepada awak media online via WhatsApp hari ini (24/08/2024) bahwa saat ini bakal-bakal calon kepala daerah; gubernur, bupati dan walikota mulai bermunculan.

“Di Indonesia, mulai banyak tokoh-tokoh muda yang tampil karena era demokrasi yang luar biasa saat ini yaitu dengan adanya pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa memang tidak mudah untuk menghasilkan pemimpin yg jujur, amanah dan berkualitas pada pilkada serentak 2024 ini.

Baca Juga :  Ketum PWDPI : Pasal 8 UU Pers No.40 Wartawan Wajib Dilindungi*

Menurutnya, pilkada serentak 2024 ini tidak boleh dipandang hanya dalam konteks hasilnya saja, tapi jauh lebih penting daripada itu adalah bahwa konteks proses penyelenggaraan pilkada serentak 2024 harus dapat menjadi patokan utama untuk melihat apakah hajatan demokrasi ini dapat berlangsung secara jujur dan adil sehingga mampu menghasilkan para pemimpin yang jujur, amanah dan berkualitas,” lanjutnya.

“Untuk itu, tidak boleh ada satu pihak atau kandidat yang berusaha mencoba memobilisasi sumber daya negara untuk memenangkan pilkada walaupun mungkin itu dia ada hubungannya dengan orangtua, anak, saudara, kerabat atau relasi lainnya,” pungkasnya.

(Andi putra.)

Berita Terkait

Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru
HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”
Kepergok Curi Motor Warga di Kampar, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi, Satu Sempat Bersembunyi di Atas Pohon
Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli
Wali Kota Agung Nugroho Tegaskan PBG di Pekanbaru Bisa Terbit dalam Hitungan Jam, Dorong Iklim Investasi Lebih Cepat
Operasional Tambang Berizin di Kampar Dievaluasi, Tim Gabungan Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi
Cegah Tambang Ilegal, Masyarakat Diminta Aktif Laporkan Aktivitas Mencurigakan
9 Dampak Positif Dapur MBG Sahabat Mulia bagi Ekonomi Warga Bengkalis

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:35 WIB

Jaksa Tunggu Pelimpahan Berkas Kasus Perampokan dan Pembunuhan Nenek Dumaris di Pekanbaru

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:38 WIB

HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”

Senin, 15 Juni 2026 - 19:26 WIB

Kepergok Curi Motor Warga di Kampar, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi, Satu Sempat Bersembunyi di Atas Pohon

Senin, 15 Juni 2026 - 10:12 WIB

Diduga Dipaksa Mengemis dan Jadi Manusia Silver, Tiga Anak di Pelalawan Harus Setor Rp250 Ribu Sehari, Gagal Target Diduga Dipukuli

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:41 WIB

Wali Kota Agung Nugroho Tegaskan PBG di Pekanbaru Bisa Terbit dalam Hitungan Jam, Dorong Iklim Investasi Lebih Cepat

Berita Terbaru