Soal Bansos Tumpang Tindih, Komisi II DPRD Kampar Bakal Konsultasi ke Kemensos

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPAR | BURKAS.TOP – Komisi II DPRD Kabupaten Kampar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kampar di ruang rapat Komisi II DPRD Kampar, Senin (8/6/2026). Rapat tersebut membahas efektivitas penyaluran bantuan sosial (bansos) serta validitas data penerima manfaat yang digunakan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, seusai rapat menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tepat sasaran.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, seluruh program bansos saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DPRD menilai, perlunya pengawasan ketat terhadap verifikasi data agar penyaluran bantuan tidak meleset.

“Jika sumber datanya sama, kita perlu memastikan mekanisme verifikasi dan validasinya agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Tony.

Terkait isu penerima bantuan yang mendapatkan sokongan dari dua sumber anggaran berbeda, Tony menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada regulasi yang secara tegas melarang hal tersebut. Meski demikian, Komisi II berencana melakukan konsultasi ke Kementerian Sosial guna mendapatkan kepastian hukum.

“Kami ingin memastikan tidak ada persoalan administrasi atau hukum di kemudian hari. Fokus kami adalah validitas data. Jangan sampai warga yang sudah mampu masih terdaftar, sementara yang benar-benar membutuhkan justru terlewatkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Menata Dumai Expo 2026: Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Ekonomi Daerah

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kampar, Agustar, menjelaskan bahwa seluruh program bansos telah dijalankan sesuai regulasi, dengan sasaran kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan DTSEN.

Agustar mengakui, meskipun DTSEN merupakan integrasi basis data nasional yang digunakan sejak 2025, sistem tersebut masih memiliki margin kesalahan atau margin of error sekitar 30 persen.

“Penetapan data penerima manfaat merupakan kewenangan Badan Pusat Statistik (BPS). Pemerintah daerah hanya berperan sebagai pengguna dan pengusul pembaruan data melalui sistem. Kami mengandalkan ketelitian operator di tingkat desa dalam melakukan penginputan data untuk diverifikasi oleh Dinas Sosial,” jelas Agustar.

Agustar juga mengklarifikasi terkait bantuan ganda. Menurutnya, tidak ada aturan yang melarang seseorang menerima bantuan dari beberapa program, asalkan sumber anggarannya berbeda (pusat dan daerah).

“Tidak ada larangan double anggaran selama kewenangannya berbeda. Fokus utamanya adalah bagaimana bantuan tersebut dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, jumlah penerima bansos dari pemerintah pusat di Kabupaten Kampar cukup signifikan:

  • Program Keluarga Harapan (PKH): Sekitar 24.000 penerima.

  • Bantuan Sembako: Sekitar 36.000 kepala keluarga.

  • Bantuan Pangan Nasional: Sekitar 71.000 penerima.

  • Bantuan Sosial APBD Kabupaten Kampar: 3.034 kepala keluarga.

Agustar berharap pemerintah desa dapat terus memperbarui data secara berkala agar akurasi penerima bantuan terus membaik di masa mendatang. *Adv

Berita Terkait

Menjangkau Hati Pasien: Wali Kota Paisal Tekankan Pelayanan dengan Empati di RSUD Dumai
Di Tengah Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Cairkan Rp108 Miliar untuk Hak ASN dan Tenaga Non-ASN
Menjemput Peluang Investasi, Bupati Afni Perkuat Posisi Siak di Pusat
Hadiri HUT Pekanbaru ke-242, Ketua DPRD Dumai Tegaskan Pentingnya Sinergi Antar-Legislatif di Riau
Wali Kota Dumai: Kolaborasi Adalah Kunci Membangun Generasi Sehat dan Bebas Stunting
HUT ke-242 Pekanbaru, Transformasi Progresif dengan Semangat “KolaborAksi”
Cerita dari Istana Siak: Serunya 600 Warga Lari Bareng dalam Road to Bhayangkara Run
Bupati Afni Zulkifli: Sensus Ekonomi 2026 Kunci Akurasi Penyaluran Bantuan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:40 WIB

Menjangkau Hati Pasien: Wali Kota Paisal Tekankan Pelayanan dengan Empati di RSUD Dumai

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:07 WIB

Di Tengah Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Cairkan Rp108 Miliar untuk Hak ASN dan Tenaga Non-ASN

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:05 WIB

Menjemput Peluang Investasi, Bupati Afni Perkuat Posisi Siak di Pusat

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:12 WIB

Hadiri HUT Pekanbaru ke-242, Ketua DPRD Dumai Tegaskan Pentingnya Sinergi Antar-Legislatif di Riau

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:59 WIB

Wali Kota Dumai: Kolaborasi Adalah Kunci Membangun Generasi Sehat dan Bebas Stunting

Berita Terbaru